Total Page Display

Jumat, 15 Februari 2013

Fase penyembuhan luka


Penyembuhan luka melibatkan integrasi proses fisiologis. Sifat penyembuhan pada semua luka sama, dengan variasinya bergantung pada lokasi, keparahan dan luasnya cedera. Kemampuan sel dan jaringan melakukan regenerasi atau kembali ke struktur normal melalui pertumbuhan sel juga mempengaruhi penyembuhan luka. Ada 3 fase dalam proses pnyembuhan luka yaitu :

Fase Inflamasi
Merupakan reaksi tubuh terhadap luka yang dimulai setelah beberapa menit dan berlangsung selama 3 hari setelah cedera. Terdapat 2 proses pada fase ini yaitu:
a.       Hemostasis ( mengontrol pendarahan)
Pembuluh darah yang cedera mengalami konstriksi dan trombosit berkumpul untuk menghentikan pendarahan. Jaringan yang rusak akan menyekresikan histamin yang menyebabkan vasodilatasi kapiler di sekitarnya dan mengeluarkan serum serta sel darah putih hal ini akan menmbulkan kemerahan, edema, hangat, dan nyeri lokal. Sel darah putih yang berperan dalam fase ini adalah neutrofil dan monosit. Neutrofil berfungsi untuk memakan bakteri dan debris kecil sedangkan monosit berubah menjadi makrofage yang akan membersihkan luka dari bakteri, sel mati, dan debris dengan fagositosis. Makrofage juga menstimulasi pembentukan fibroblast yang berfungsi mensintesis kolagen untuk pembentukan jaringan parut.
b.      Epitelialisasi ( membentuk sel – sel epitel)
Setelah makrofage membersihkan luka dan menyiapkannya untuk perbaikan jaringan, sel epitel bergerak dari bagian tepi luka ke bawah dasar bekuan luka atau keropeng, sel epitel terus berkumpul selama 48 jam hingga akhirnya diatas luka terbentuk lapisan tipis dari jaringan epitel.

Terlalu sedikit inflamasi yang terjadi akan menyebabkan fase inflamasi berlangsung lama dan proses penyembuhan luka pun berlangsung lambat.

Fase Proliferasi
Terjadi dalam 3 – 24 hari, aktifitas utama fase ini yaitu menigisi luka dengan jaringan penyambung atau jairngan granulasi yang baru dan menutup bagian atas luka dengan epitelisasi. Pada proses ini fibroblast masih bekerja mensintesis kolagen yang akan menutup defek luka  pada fase ini luka mulai tertutup dengan jaringan yang baru sehigga daya elastisitas luka meningkat dan resiko terpisah atau ruptur luka akan menurun.
Tingkat tekanan luka mempengaruhi jumlah jaringan parut yang terbentuk. Miksalnya, luka pada ekstremitas lebih banyak jaringan parutny dibandingkan dengan luka pada kepala atau organ yang jarang bergerak.

Fase Maturasi ( Regenerasi )
Merupakan tahap akhir proses penyembuhan luka, dapat memerliuka waktu lebih dari satu tahun, bergantung pada kedalaman dan luas luka. Jaringan parut kolagen terus melakukan reorganisasi  dan akan menguat setelah beberapa bulan. Namun luka luka yang telah sembuh biasanya tidak memiliki elastisitas yang sama dengan jaringan yang digantikannya. Serat kolagen mengalami Remodeling atau reorganisasi sebelum mencapai bentuk normal. Biasanya jaringan parut mengandung sedikit sel-sel pigmentasi ( melanosit ) memiliki warna yang lebih terang daripada warna kulit normal.  

Sumber : (Potter & Perry, 2005)

2 komentar:

  1. Cari TiketPesawat Online Super Cepat dan murah??
    http://selltiket.com
    Booking di SELLTIKET.COM aja!!!
    CEPAT,….TEPAT,….DAN HARGA TERJANGKAU!!!

    Ingin usaha menjadi agen tiket pesawat??
    Yang memiliki potensi penghasilan tanpa batas.
    Bergabung segera di http://agenselltiket.com

    INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI :
    No handphone :085365566333
    PIN : 5A298D36

    Segera Mendaftar Sebelum Terlambat. !!!

    BalasHapus
  2. Casino Restaurants - Mapyro
    Find Casino restaurants in Henderson, NV. Make 양산 출장안마 restaurant 의정부 출장샵 reservations and read reviews. Henderson, NV 경산 출장마사지 Casinos & 강원도 출장마사지 Gambling 천안 출장샵 Hall. Nearby: The Guitar Hotel.

    BalasHapus