Pemberian Posisi
Gaya gravitasi menyebabkan anggota tubuh tidak berada pada posisi yang benar. Untuk itu diperlukan alat bantu tertentu untuk mempertahankan sikap ideal tubuh.
Peralatan yang biasanya digunakan untuk membantu mempertahankan sikap tubuh antara lain :
• Trochanter roll berguna untuk mencegah rotasi luar pada tungkai ketika klien berada pada posisi supint. (harry & potter, 2005 )
• Kruk berguna untuk menopang berat badan pada satu atau kedua kaki pada kruk secara bergantian. (harry & potter, 2005 )
• Walker berguna untuk orang dewasa yang mengalami penurunan kekuatan otot. (harkreeader & hogan, 2000)
• Walking delt berguna untuk ikat pinggang kulit yang digunakan untuk menyangga berat badan klien ketika menurunkan klien kelantai. (harry & potter, 2005 )
• Trapeze bar berguna untuk membantu memindahkan dari tempat tidur ke kursi roda, atau melakukan latihan lengan atas. (harry & potter, 2005 )
• Restrain berguna untuk klien bingung dan disorientasi.(harkreeader & hogan, 2000 )
• Tongkat empat kaki berguna untuk memberikan sokongan yang besar pada kaki yang mengalami sebagian atau keseluruhan paralisis ataupun hemiplasia. (harry & potter, 2005 )
Salah satu komplikasi dari berbaring dalam waktu lama adalah terjadinya plantar fleksi pada kaki yang disebut footdroop yang disebabkan oleh hasil relaksasi otot gartroknemius dan soleus, yang mempertahankan dorsifleksi. Jika ini dibiarkan tanpa sokongan maka otot tersebut akan memendek dan otot dorsifleksi akan mencoba mengkompensasi dengan regangan yang berlebihan sehingga menyebabkan klien mengalami kesulitan untuk berjalan.
untuk mempertahankan posisi jari tangan berada pada posisi normal dapat digunakan gulungan tangan (hand rools).
(harry & potter, 2005 )
Kasus :
Ny. Ani 56 Tahun dirawat dengan masalah stroke. Pada saat dilakukan pengkajian didapatkan bahwa terdapat kelemahan pada kedua kaki Ny. Ani sehingga kedua kaki selalu jatuh ke samping.
Peralatan yang dapat digunakan untuk membantu mempertahankan posisi tungkai berada pada posisi yang benar adalah trochanter rools.
Trochanter roll berguna untuk mencegah rotasi luar pada tungkai ketika klien berada pada posisi supint. (harry & potter, 2005 )
Jenis Posisi yang biasanya diberikan oleh perawat adalah:
Nama Posisi
|
Biasanya digunakan untuk
|
Hal-hal umum yang sering terjadi
|
Komplikasi yang dapat dicegah
|
Fowler
|
Untuk membatasi sirkulasi di tungkai bawah.
|
|
Dekubitus.
|
Supine/Dorsal Recumbent
|
Untuk merawat dan memeriksa genitalia serta proses persalinan
|
|
Lordosis dan kyphoris
|
Lateral
|
Untuk injeksi cairan tulang belakang.
|
|
Edema
Fleksi hiperekstensi
|
Sims
|
Untuk member kenyamanan dan memberikan obat per-anus (supositoria).
|
|
Edema
|
Prone (telungkup)
|
Untuk memeriksa finggul dan fleksi tulang pinggul dan punggung.
|
|
Hiperekstensi tulang belakang lumbal
(Harkreader & Horgan, 2000)
|
Untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut dari penekanan terlalu lama pada bagian tubuh tertentu sebaiknya perawat melakukan perubahan posisi setiap 1 sampai 2 jam pada siang hari dan malam hari. Potter & perry. Fundamental keperawatan.2005.jakarta.EGC(edisi 4 volume 2)
Latihan Rentang Pergerakan Sendi (RPS)
Rentang pergerakan sendi adalah kemampuan sendi untuk bergerak secara normal. Latihan rentang pergerakan sendi merupakan serangkaian kegiatan aktif dan pasif melibatkan persendian, otot dengan arah tertentu seperti adduksi, ekstensi, fleksi, dan sebagainya dengan cara memberikan latihan isotonic.
Latihan isotonic adalah suatu bentuk latihan aktif dimana otot berkontraksi dan berpindah. Contohnya meluruskan salah satu kaki dan mengangkat kaki yang lainnya setelah operasi lutut atau panggul.
Tujuan dari kegiatan rentang pergerakkan sendi
- Mempertahankan kekuatan otot
- Mencegah kontraktur dan membantu meningkatkan klien beraktifitas
- Mempertahankan fleksibilitas sendi dan gerakkan bagi klien yang tidak mampu bergerak atau ditempat tidur
- Merangsang sirkulasi dan relaksasi tubuh.
Jenis latihan RPS (Rentang Pergerakan Sendi)
Jenis latihan RPS menurut imalia dkk, 2007 ; Kozier dan Erb, 2009 ; Suratun dkk, 2008 yaitu:
1.Rentang pergerakan sendi aktif
Rentang pergerakan sendi aktif merupkan latihan isotonik dengan klien secara mandiri yang menggerakan setiap sendi di tubuhnya melalui RPS yang lengkap, pergegangan seluruh kelompok otot secaraa maksimal pada setiap bidang di atas sendi, latihan ini di maksudkan untuk mempertahankan atau meningkatkan kekuatan otot dan daya tahan serta membantu mempertahankan fungsi kardiorespiratori pada klien yang imobilisasi. RPS aktif meliputi seluruh tubuh dari kepala sampai ujung jari kaki.
2.Rentang pergerakan sendi pasif
Rentang pergerakan sendi pasif adalah latihan rentang pergerakan sendi di mana klien secara penuh di bantu oleh perawat dalam melakukannya. Indikasi latihan sendi pasif adalah pasien semi koma dan tidak sadar, pasien dengan keterbatasan mobilisasi dan pasien yang tidak mampu melekukan beberapa atau semua latihan rentang gerak dengan mendiri, pasien tirah baring total atau pasien dengan paralisis ekstermitas total. Selama latihan RPS pasif, perawat menggerakan setiap sendi klien secara lengkap dan meregangkan seluruh kelompok otot secara maksimal pada setiap bidang sendi. Karena klien tidak melakukan kontraksi otot, latihan RPS pasif ini tidak berguna untuk mempertahankan kekuatan otot tetapi berguna dalam mempertahankan fleksibilitas sendi. Oleh karna itu, latihan RPS pasif ini harus di lakukan hanya jika klien tidak mampu melaakukan gerakan secara aktif dan hanya di lakukan pada bagian ekstremitas yang terganggu. Latiahna RPS pasif harus di lakukan untuk tiap gerakan lengan,tungkai, dan leher yang tidak dapat di lakukan klien secara aktif.
3.Rentang pergerakan sendi aktif asistif
Rentang pergerakan sendi aktif asistif merupakan latihan pergerakan sendi di mana klien menggunakan tungkai yang berlawanan dan lebih kuat untuk menggerakan setiap senndi pada ekstremitas yang tidak mampu melakukan gerakan aktif. Klien belajar untuk menyangga dan menggerakan lengan atau tungkai yang lemah dengan bantuan tangan atau tungkai yang lebih kuat sejauh mungkin kemudian perawat melanjudkan gerakan tersebut secara pasif sehingga mencapai batas maksimalnya. Kegiatan ini akan meningkatkan gerakan aktif padda posisi tubuh yang lebih kuat dan menjaga flekssibilitas sendi pada posisi tubuh yang lemah.
Prinsip umum dalam latihan rentang pergerakan sendi
Prinsip umum dalam latihan rentang pergerakan sendi menurut sulastri. dkk, 2009 adalah:
- RPS harus di ulang sekitar 8 kali dan di kerjakan minimal 2x sehari.
- RPS di lakukan perlahan dan hati-hati sehingga tidak melelahkan pasien.
- Dalam merencanakan program latihan RPS, perhatikan umur pasien, diagnosa, tanda-tanda fital dan lamanya tirah baring.
- Bagian-bagian tubuh yang dapat di lakukan latihan RPS adalah leher, jari, lengan, siku, bahu, tumit, kaki, dan pergelangan kaki.
- RPS dapat di lakukan pada semua persendian atau hanya pada bagian-bagian yang dicurigai mengalami proses penyakit.
- Malakukan RPS harus sesuai waktunya. Misalnya setelah mandi atau perawatan rutin telah di lakukan
Salah satu tujuan latihan rentang perrgerakan sendi adalah untuk mempertahankan kekuatan otot, sehingga sebelum dan setelah melakukan latihan rentang pergerakan sendi perlu dilakukan pengkajian kekuatan otot dengan skala 0-5, yaitu meliputi :
· 5 = kekuatan normal di mana seluruh gerakan dapat dilakukan otot dengan tahanan maksimal dari proses yang dilakukan berulang-ulang tanpa menimbulkan kelelahan.
· 4 = dapat melakukan Range of Motion secara penuh dan dapat melawan tahanan ringan.
· 3 = dapat melakukan Range of Motion secara penuh dengan melawan gaya berat (gravitasi), tetapi tidak dapat melawan tahanan.
· 2 = dengan bantuan atau menyanggah sendi dapat melakukan Range of Motion secara penuh.
· 1 = kontraksi otot minimal terasa/teraba pada otot bersangkutan tanpa menimbulkan gerakan.
· 0 = tidak ada kontraksi otot sama sekali.
(Restoring physical mobility in Harkreader & Hogan 2000, Asmadi.2008.)
KASUS 1
Kasus : Tn Ariel (35 tahun) dirawat dirumah sakit dengan akibat kecelakaan dan mengalami fraktur pada femur sinistra dan terpasang pen pada bagian tersebut. Klien mengeluhkan nyeri untuk mengangkat kaki bagian kanan. Tetapi klien masih dapat menggerakkan jari-jari kaki bagian kanan. Kekuatan otot pada seluruh ekstremitas adalah 5. Jenis latihan pergerakan sendi yang dapat dilakukan pada Tn. Ariel adalah?
Dari kasus diatas dapat kita lihat bahwa Tn. Ariel memiliki kekuatan ektremitas bawahnya yaitu 5 dengan demikian dapat kita lakukan latihan pergerakan sendi aktif, yaitu pasien pasien secara mandiri menggerakkan setiap sendi ditubuhnya dalam hal ini bagian ekstermitas bawah.
Jawab :
Terdapat 6 macam latihan pergerakan sendi pada ekstremitas bawah, yaitu (Hidayat, 2009) :
- Fleksi dan Ekstensi Jari-Jari
Cara :
· Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
· Pegang jari-jari kaki pasien dengan satu tangan sementara tangan lain memegang kaki.
· Bengkokkan/tekukkan jari-jari kaki kearah bawah.
· Luruskan jari jari kemudian dorong kebelakang.
· Kembalikan ke posisi semula
· Catat perubahan yang terjadi.
- Infersi dan Efersi Kaki
Cara :
· Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
· Pegang separuh bagian atas kaki pasien dengan satu jari dan pegang pergelangan kaki dengan tangan satunya.
· Putar kaki ke dalam sehingga telapak kaki menghadap ke kaki lainnya.
· Kembalikan ke posisi semula
· Putar kaki keluar sehingga bagian telapak kaki menjauhi kaki yang lain.
· Kembalikan ke posisi semula.
· Catat perubahan yang terjadi.
- Fleksi dan Ekstensi Pergelangan Kaki
Cara :
· Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
· Letakkan satu tangan perawat pada telapak kaku pasien dan satu tangan yang lain diatas pergelangan kaki. Jaga kaki lurus dan rileks.
· Tekuk pergelangan kaki, arahkan jari-jari kaki kearah dada pasien.
· Kembalikan ke posisi semula
· Tekuk pergelangan kaki menjauhi dada pasien
· Catat perubahan yang terjadi.
- Fleksi dan Ekstensi lutut
Cara :
· Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
· Letakkan satu tangan dibawah lutut pasien dan pegang tumit pasien dengan tangan yang lain.
· Angkat kaki, tekuk pada lutut dan pangkal paha.
· Lanjutkan menekuk lutut kea rah dada sejauh mungkin.
· Kebawahkan kaki dan luruskan lutut dengan mengangkat kaki keatas.
· Kembalikan ke posisi semula
· Catat perubahan yang terjadi
- Rotasi Pangkal Paha
Cara :
· Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
· Letakkan satu tangan perawat pada pergelangan kaki dan satu tangan yang lain diatas lutut.
· Putar kaki menjauhi perawat
· Putar kaki kea rah perawat
· Kembalikan ke posisi semula
· Catat perubahan yang terjadi
- Abduksi dan Adduksi Pangkal Paha
Cara :
· Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
· Letakkan satu tangan perawat dibawah lutut pasien dan satu tangan pada tumit.
· Jaga kaki pasien tetap lurus, angkat kaki kurang lebih 8 cm dari tempat tidur, gerakkan kaki menjauhi badan pasien.
· Gerakkan kaki mendekati badan pasien
· Kembalikan ke posisi semula
· Catat perubahan yang terjadi
KASUS 2
Ny. Luna (62 tahun) masuk rumah sakit dengan diagnose stroke. Klien berada dalam kondisi kelemahan pada sisi tubuh bagian kanan dengan kekuatan otot pada lengan dan tungkai kanan adalah 2. Sedanglan kekuatan otot pada lengan dan tungkai kiri adalah 5. Jenis latihan pergerakan sendi yang dilakukan pada Ny. Luna adalah ?
Dari kasus diatas dinyatakan bahwa Ny. Luna mengalami kelemahan otot tungkai kanan dengan nilai 2 dan kekuatan tungkai kiri adalah 5. Jadi, latihan pergerakan sendi pada tungkai kanan adalah latihan pergerakan sendi asistif yaitu pergerakan sendi pasien dengan di bantu oleh perawat. Sedangkan pada tungkai kiri dapat dilakukan pergerakan sendi aktif yaitu Ny. Luna melakukan latihan pergerakan sendi secara mandiri
Jawab :
Terdapat 6 jenis latihan pada ekstremitas atas, yaitu (Hidayat, 2009) :
- Fleksi dan ekstensi pergelangan tangan
Cara :
· Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
· Atur posisi lengan pasien dengan menjauhi sisi tubuh dan siku menekuk dengan lengan.
· Pegang tangan pasien dengan satu tangan dan tangan yang lain memegang pergelangan tangan pasien.
· Tekuk tangan pasien ke depan sejauh mungkin.
· Catat perubahan yang terjadi.
- Fleksi dan Ekstensi Siku
Cara :
· Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
· Atur posisi lengan pasien dengan menjauhi sisi tubuh dengan telapak mengarah ke tubuhnya.
· Letakkan tangan diatas siku pasien dan pegang tangannya dengan tangan lainnya.
· Tekuk siku pasien sehingga tangannya mendekat bahu.
· Lakukan dan kembalikan keposisi sebelumnya.
· Catat perubahan yang terjadi.
- Pronasi dan Supinasi lengan bawah
Cara :
· Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
· Atur posisi lengan bawah menjauhi tubuh pasien dengan siku menekuk.
· Letakka satu tangan perawat pada pergelangan pasien dan pegang tangan pasien dengan tangan lainnya.
· Putar lengan bawah pasien sehingga telapaknya menjauhinya.
· Kembalikan ke posisi semula
· Putar lengan bawah pasien sehingga telapak tangannya menghadap ke arahnya.
· Kembalikan ke posisi semula
· Catat perubahan yang terjadi.
- Pronasi Fleksi Bahu
Cara :
· Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
· Atur posisi tangan pasien disisi tubuhnya.
· Letakkan satu tangan perawat diatas siku pasien dan pegang tangan pasien dengan tangan lainnya.
· Angkat lengan pasien pada posisi semula
· Catat perubahan yang terjadi.
- Abduksi dan Adduksi
Cara :
· Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
· Atur posisi lengan pasien disamping badannya.
· Letakkan satu tangan perawat diatas siku pasien dan pegang tangan pasien dengan tangan lainnya.
· Gerakkan lengan pasien menjauh dari tubuhnya kea rah perawat.
· Kembalikan ke posisi semula
· Catat perubahan yang terjadi.
- Rotasi Bahu
Cara :
· Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
· Atur posisi lengan pasien menjauhi tubuh dengan siku menekuk.
· Letakkan satu tangan perawat di lengan atas pasien dekat siku dan pegang tangan pasien dengan tangan yang lain.
· Gerakkan lengan bawah ke bawah sampai menyentuh tempat tidur, telapak tangan menghadap ke atas.
· Kembalikan ke posisi semula
· Catat perubahan yang terjadi.
KASUS 3
Tn. Peter (17 tahun) masuk RS dengan karena kecelakaan. Saat ini Tn. Peter dalam kondisi koma. Jenis latihan pergerakan sendi yang dapat dilakukan pada Tn. Peter adalah ?
Dalam hal ini diketahui pasien dalam keadaan koma atau tidak sadar sehingga nilai kakuatan ototnya dapat dikatakan 0, sehingga untuk latihan pergerakan sendi yang dilakukan adalah yang bersifat pasif yaitu latihan pergerakan sendi yang di lakukan oleh perawat terhadap pasien secara menyeluruh.
Jawab :
Dari kasus di atas dinyatakan bahwa tuan peter dalam keadaan koma, dengan demikian pergerakan sendi yang dilakukan perawat adalah ROM pasif dan mencakup seluruh pergerakan sendi pasien.
Menurut Potter & Perry, (2005), ROM (range of motion) terdiri dari gerakan pada persendian sebagai berikut :
1. Leher, spina, serfikal
· Fleksi : Menggerakan dagu menempel ke dada, rentang 45°
· Ekstensi : Mengembalikan kepala ke posisi tegak, rentang 45°
· Hiperektensi : Menekuk kepala ke belakang sejauh mungkin, rentang 40-45°
· Fleksi lateral : Memiringkan kepala sejauh mungkin sejauh mungkin kearah setiap bahu, rentang 40-45°
· Rotasi : Memutar kepala sejauh mungkin dalam gerakan sirkuler, rentang 180° Ulangi gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.
2. Bahu
o Fleksi : Menaikan lengan dari posisi di samping tubuh ke depan ke posisi di atas kepala, rentang 180°
o Ekstensi : Mengembalikan lengan ke posisi di samping tubuh, rentang 180°
o Hiperektensi : Mengerkan lengan kebelakang tubuh, siku tetap lurus, rentang 45-60°
· Abduksi : Menaikan lengan ke posisi samping di atas kepala dengan telapak tangan jauh dari kepala, rentang 180°
· Adduksi : Menurunkan lengan ke samping dan menyilang tubuh sejauh mungkin, rentang 320°
· Rotasi dalam : Dengan siku pleksi, memutar bahu dengan menggerakan lengan sampai ibu jari menghadap ke dalam dan ke belakang, rentang 90°
· Rotasi luar : Dengan siku fleksi, menggerakan lengan sampai ibu jari ke atas dan samping kepala, rentang 90°.
· Sirkumduksi : Menggerakan lengan dengan lingkaran penuh, rentang 360° Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.
3. Siku
· Fleksi : Menggerakkan siku sehingga lengan bahu bergerak ke depan sendi bahu dan tangan sejajar bahu, rentang 150°
· Ektensi : Meluruskan siku dengan menurunkan tangan, rentang 150°
4. Lengan bawah
· Supinasi : Memutar lengan bawah dan tangan sehingga telapak tangan menghadap ke atas, rentang 70-90°
· Pronasi : Memutar lengan bawah sehingga telapak tangan menghadap ke bawah, rentang 70-90° Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.
5. Pergelangan tangan
· Fleksi : Menggerakan telapak tangan ke sisi bagian dalam lengan bawah, rentang 80-90°
· Ekstensi : Mengerakan jari-jari tangan sehingga jari-jari, tangan, lengan bawah berada dalam arah yang sama, rentang 80-90°
· Hiperekstensi : Membawa permukaan tangan dorsal ke belakang sejauh mungkin, rentang 89-90°
· Abduksi : Menekuk pergelangan tangan miring ke ibu jari, rentang 30° - 50°
· Adduksi : Menekuk pergelangan tangan miring ke arah lima jari, rentang 30-50° Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.
6. Jari- jari tangan
· Fleksi : Membuat genggaman, rentang 90°
· Ekstensi : Meluruskan jari-jari tangan, rentang 90°
· Hiperekstensi : Menggerakan jari-jari tangan ke belakang sejauh mungkin, rentang 30-60°
· Abduksi : Mereggangkan jari-jari tangan yang satu dengan yang lain, rentang 30°
· Adduksi : Merapatkan kembali jari-jari tangan, rentang 30° Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.
7. Ibu jari
· Fleksi : Mengerakan ibu jari menyilang permukaan telapak tangan, rentang 90°
· Ekstensi : menggerakan ibu jari lurus menjauh dari tangan, rentang 90°
· Abduksi : Menjauhkan ibu jari ke samping, rentang 30°
· Adduksi : Mengerakan ibu jari ke depan tangan, rentang 30°
· Oposisi : Menyentuhkan ibu jari ke setiap jari-jari tangan pada tangan yang sama Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.
8. Pinggul
· Fleksi : Mengerakan tungkai ke depan dan atas, rentang 90-120°
· Ekstensi : Menggerakan kembali ke samping tungkai yang lain, rentang 90-120°
· Hiperekstensi : Mengerakan tungkai ke belakang tubuh, rentang 30-50°
· Abduksi : Menggerakan tungkai ke samping menjauhi tubuh, rentang 30-50°
· Adduksi : Mengerakan tungkai kembali ke posisi media dan melebihi jika mungkin, rentang 30-50°
· Rotasi dalam : Memutar kaki dan tungkai ke arah tungkai lain, rentang 90°
· Rotasi luar : Memutar kaki dan tungkai menjauhi tungkai lain, rentang 90°
· Sirkumduksi : Menggerakan tungkai melingkar. Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.
9. Lutut
· Fleksi : Menggerakan tumit ke arah belakang paha, rentang 120-130°
· Ekstensi : Mengembalikan tungkai kelantai, rentang 120-130° Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.
10. Mata kaki
· Dorsifleksi : Menggerakan kaki sehingga jari-jari kaki menekuk ke atas, rentang 20-30°
· Flantarfleksi : Menggerakan kaki sehingga jari-jari kaki menekuk ke bawah, rentang 45-50° Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.
11. Kaki
· Inversi : Memutar telapak kaki ke samping dalam, rentang 10°
· Eversi : Memutar telapak kaki ke samping luar, rentang 10° Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.
12. Jari-Jari Kaki
· Fleksi : Menekukkan jari-jari kaki ke bawah, rentang 30-60°
· Ekstensi : Meluruskan jari-jari kaki, rentang 30-60o
· Abduksi : Merenggangkan jari-jari kaki satu dengan yang lain, rentang 15°
· Adduksi : Merapatkan kembali bersama-sama, rentang 15° Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.